Saturday, June 09, 2007

Volta - Björk

Rating:★★★★★
Category:Music
Genre: Other
Artist:Björk
Siap-siap berada di ruang yang aneh. Pasang headphone anda. Pekakan telinga. Ikuti alunan irama. Perhatikan setiap bentuk teknik yang tercipta dari masing-masing instrumen. Pertahankan tempo. Kini anda sedang dibawa melayang bersama Bjork. "We are the earth intruders.. we are the earth intruders.." Begitu bait pertama di album ini. Selanjutnya anda dengarkan sendiri. Bahkan saya hampir tidak bisa membaca lirik di CD Volta ini. Tercetak pada ukuran font yang sangat kecil, hitam pada background yang merah. Diperlukan cahaya yang cukup untuk membacanya. Membuat minus saya bertambah. Tapi perhatikan, betapa indahnya alunan musik Bjork. Saya seperti berada di dermaga. Dan beberapa kapal mulai merapat. Suara burung saling berkicau. Timbaland dan Nate Dangerhands membuat semuanya begitu sempurna dengan keyboard dan beatsnya. Wow.. fantastik.

Begitu juga dengan "Wonderlust". Begitu sempurna. Harmoni vokal Bjork yang khas, diiringi dentuman drum dan synth bass, juga orkestrasi yang indah buatan Bjork sendiri. She's so brilliant. Genius dan Luar Biasa. "Wonderlust!!.. from island to island.. wonderlust.. united in movement.. wonderlust.. i enjoy it with you.." Fiuhhh... Gila.. liriknya pun wonderfull sekalii..

Di track ketiga, Bjork duet bersama Antony. Hmm.. siapakah Antony? Saya belum sempat mencari tahu siapa dia. Yang jelas, lagu ini membuat saya teringat pada "I've seen it all" di album Bjork yang sebelum-sebelumnya, lalu dipadukan dengan bagaimana ketika Bjork membawakan lagu "Gloomy Sunday" di sebuah pertunjukannya beberapa tahun yang lalu (saya lupa tahun berapa). "I love your eyes, my dear. their splendid sparkling fire when suddenly you raise them so to cast a swift embrasing glance.. bla bla bla.. bla bla bla.." Begitulah lirik yang diambil dari translation of a poem by fyodor tyutchev, yang muncul di sebuah film karya andrei tarkovsky. Luar biasa. Orkestrasi orang-orang Jerman yang dipadukan dengan fade in-out drum yang luar biasa, naik turun, lalu naik dan naik.. dan berlanjut ke track keempat, "Innocence", yang mana saya tidak terlalu suka, walaupun saya takjub pada akhir lagu tersebut yang bernuansa mandarin.

"I see who you are". Saya seperti berada di dataran China sambil mendengarkan gamelan. Anda mungkin tidak setuju apakah itu suara gamelan atau bukan. Tapi seingat saya, itu adalah gamelan seperti suara yang muncul ketika saya tekan tuts gamelan di beberapa soft-synth. Lagu yang tenang dan membuat saya bergairah. Ikuti back-voice pada lagu ini. "Nananana.." Begitu jenius.. Sangat inspiratif sekaliii.. :D

Di track keenam, "vertebrae by vertebrae" mengingatkan saya ketika bermain "Hitman" atau "Prisoner of War". Nuansa brass yang jarang saya dapatkan di sebuah komposisi lagu, kecuali di games perang. Sangat keren sekali. Sekali lagi, perhatikan back-voicenya, lalu ikuti tempo lagunya. Bisakah anda mengukur temponya? Samakah loopingnya pada setiap bar? Silahkan anda dengarkan saja. Perpaduan instrumen yang fantastik...

Brass.. brass.. brass.. Begitulah khas Bjork. Hingga track "pneumonia" pun kita masih tetap akan melayang pada iringan brass yang sangat elegan. Bayangkan udara Jerman yang dingin. Hujan. Jaket tebal. Minuman hangat apapun itu, beralkohol atau tidak. Lalu anad menyaksikan Bjork dengan lengkingan khasnya yang indah, "I adore how you simply surrender to high". Wow.. saya kehilangan kata-kata untuk melukiskan betapa indahnya lagu ini.

Clavichord, kora dan irama perkusi muncul di track 8 "Hope". Lalu di track sembilan, saya teringat pada sound bentukan FL Slayer. Kalau anda pernah bermain-main dengan plug-in tersebut di Fruity Loops, mungkin anda akan teringat hal yang sama juga. Haha.. Bagian yang suka adalah pada bait, "raise your flag.. (higher higher)".. Huhuww.. seksi sekaliii... Itulah "Declare Independence".

Di track terakhir, lagi-lagi Bjork dan Antony berduet. Saya suka sekali dengan suara Antony disini. Fiuhh.. saya tidak bisa mengatakan itu adalah suara Masaki Ueda. Tapi tiba-tiba saya teringat pada Masaki.. Hehe. Sebuah lagu yang layak untuk disimpan sebagai track terakhir.

Dan sekarang, saya lelah. Saya mengantuk. Dan Bjork telah mendaratkan saya di kamar tidur ini, setelah saya dibawa melayang-layang di atas sana. Volta memang layak untuk dimiliki.
2 comments :

2 comments :

maliq rafaldo said...

aku pikir semua album bjork layak dimiliki. makasih untuk reviewnya

Ru . said...

the one and only Antony Hegarty of Antony and the Johnsons! :)